FGD (Focus Group Discussion): Pendidikan Berparadigma Pancasila

Kamis, 31 Oktober 2019 / Berita

Yogyakarta Jumat (26/10) SMPN 1 Yogyakarta menggelar kegiatan FGD (Focus Group Discussion) bagi Bapak/Ibu guru. Kegiatan FGD membahas tentang pendidikan berparadigma Pancasila. Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama antara sekolah dengan pihak kampus UNY.

Bertempat di ruang AVA, pihak UNY mengajak para guru untuk menyampaikan pendidikan berparadigma Pancasila yang ditemui di SMPN 1 Yogyakarta. Sebelum itu, disampaikan terlebih dahulu beberapa indikator praktik pembudayaan Pancasila dalam sekolah. Indikator tersebut adalah (1) terpeliharanya lingkungan hidup yang aman, damai, dan ramah ekologis; (2) terpelihara suasana kekeluargaan yang terbuka pada keragaman etnis, suku, agama, kelas sosial, usia, dan difabilitas; (3) tidak ada praktik diskriminasi pada semua relasi antarkomponen; (4) suasana pembelajaran dan pengelolaan sekolah yang menjunjung martabat manusia; dan (5) tata kelola sekolah yang transparan, partisipatif, dan demokratis.

Indipator praktik pembudayaan Pancasila dalam sekolah yang telah disebutkan tadi akan diwujudkan dalam relasi antarwarga sekolah. Relasi-relasi tersebut yaitu (1) siswa-siswa; (2) guru-siswa-karyawan; (3) guru-guru, (4) guru-pimpinan-karyawan; (5) sekolah-majelis wali murid; dan (6) sekolah-masyarakat. Pada dasarnya, SMPN 1 Yogyakarta telah menerapkan pendidikan berparadigma Pancasila. Hal ini dapat diketahui melalui interaksi antarwarga sekolah, mulai dari siswa, guru, karyawan, komite, orang tua, dan masyarakat. Hanya saja yang perlu diperhatikan lagi adalah bahan evaluasi diperhatikan dan diperbaiki agar pelaksanaan pendidikan berparadigma Pancasila di SMPN 1 Yogyakarta menjadi lebih maksimal. (SMPN1-RHI)

    Kirim Komentar