SUDAH SIAPKAH BELAJAR DI SEKOLAH KEMBALI?

Senin, 15 Juni 2020 / Artikel

Mas Menteri Nadiem Makarim menyatakan bahwa bila sekolah akan dibuka kembali dalam masa new normal, minimal ada sepuluh syarat yang harus dipenuhi sekolah, yaitu:

  1. Ketersediaan fasilitas sanitasi dan kebersihan
  2. Menjaga jarak peserta didik 1,5-2 meter di kelas
  3. Pembatasan isi ruangan kelas (15-18siswa)
  4. Pembatasan jam belajar siswa
  5. Penerapan wajib masker
  6. Kecukupan jumlah guru yang masuk batas usia dan tidak rentan
  7. Peniadaan aktivitas di kantin sekolah
  8. Peniadaan aktivitas pertemuan orang tua dan guru di lingkungan sekolah
  9. Peniadaan aktvitas siswa berkumpul dan bermain di sekolah
  10. Peniadaan aktivitas ekstrakurikuler

Untuk syarat nomor satu, saat ini tentunya sekolah-sekolah sedang berusaha memenuhinya, antara lain dengan menambah jumlah wastafel, penyediaan sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan cairan desinfenktan untuk penyemprotan. Syarat nomor dua, tiga, empat, dan lima dapat diusahakan.  Syarat nomor tujuh dan sepuluh dapat dipenuhi.

Syarat nomor delapan dan sembilan dapat diusahakan meskipun tidak gampang. Biasanya saat mengantar atau menjemput anak-anaknya, cukup banyak orang tua yang tidak langsung meninggalkan lingkungan sekolah  melainkan berinteraksi dengan sesama orang tua. Apalagi mereka yang sudah memiliki kelompok-kelompok paguyuban orang tua, biasanya ada saja yang dibahas, entah tentang anak-anaknya, tentang sekolah, dan yang lain. Pertemuan orang tua dengan guru bisa disiasati dengan media online.  Yang agak sulit adalah menahan siswa untuk tidak berinteraksi dengan teman-temannya di luar kelas.  Bila siswa sudah datang ke sekolah, dapatkah kita menyuruh mereka berdiam di kelas sampai pelajaran usai padahal mereka adalah anak-anak yang ingin selalu bergerak? Ini bisa diatasi dengan cara, istirahat tetap di dalam kelas,  mengurangi jam istirahat atau bahkan meniadakan jam istirahat. Oleh sebab itu, diperlukan pengawasan dan ketegasan sekolah agar tidak ada aktvitas berkumpul di luar kelas.

Yang paling sulit adalah memenuhi syarat nomor enam. Berapa sih batas usia yang rentan terhadap virus corona? Ada yang mengatakan 30 tahun ke atas, ada yang mengatakan 45 tahun ke atas. Jumlah guru yang usianya kepala empat bahkan kepala lima sangat banyak. Di sebuah sekolah bisa jadi guru yang berusia kepala lima lebih dari lima puluh persen. Bila guru berusia rentan harus WFH, maka guru yang masuk sekolah harus full power mengajar dan mengurusi anak-anak yang masuk sekolah.  Yang paling repot adalah bila guru-guru pengajar mata pelajaran tertentu semuanya berusia rentan. Misalnya di sebuah sekolah, guru matematikanya berusia empat puluh lima tahun ke atas semua dan mereka harus WFH semua, tentu akan repot sekali melayani anak-anak di sekolah.

Bagaimana pun suatu saat nanti, sekolah akan kembali dibuka bila keadaan sudah membaik. Tentu menunggu keadaan benar-benar aman. Entah itu di bulan Oktober, Desember, atau bahkan pada tahun depan. Syarat-syarat yang dikemukakan Mas Menteri akan dipenuhi oleh sekolah-sekolah. Selain syarat-syarat di atas, sekolah juga harus menyiapkan kurikulum yang diadaptasi sesuai kondisi masa covid-19. Guru-guru juga harus menyiapkan perangkat pembelajaran, materi, metode, media yang paling baik untuk siswa. Kapankah saat itu tiba? Kita tunggu dengan sabar sambil menyiapkan segala piranti yang diperlukan. (Y. Niken Sasanti)

artikel juga dapat diakses melalui https://niken65.wordpress.com/2020/06/11/sudah-siapkah-belajar-di-sekolah-kembali/

    Kirim Komentar